Rancaupas, emang “pas” banget buat camping bersama keluarga

Rancaupas, emang “pas” banget buat camping bersama keluarga

15th July 2019 0 By septian intizom

Melampiaskan Hasrat

Bermula dari ambisi saya mengajak kekasihku, Aliya, untuk pergi memuncaki gunung-gunung di indonesia serta berkelana ke tempat-tempat eksotis.

Saya mulai mengatur siasat untuk mengkondisikan Adskhan agar dapat ditinggal bersama neneknya. Dimulai dari membeli perlengkapan pendakian untuk Aliya, seperti celana berbahan quickdry, gloves dan jaket.

Selain itu, mempersiapkan fisik Aliya juga erupakan hal yang penting karena bojoku ini belum terbiasa dengan aktifitas fisik yang berat.

Hingga pada suatu hari, rencana besar dengan persiapan yang baru dimulai tersebut harus terhenti kembali karena rupanya Aliya di berkahi mengandung buah hati kami yang kedua.

Tak ada waktu untuk tidak bersyukur, hingga kami harus merubah rencana pendakian ini sedikit lebih ringan. Tentunya tetap dengan unsur camping, memasak di alam terbuka, api unggun dan sunrise yang eksotis.

Ya betul sekali, rencana alternatif ini adalah camping keluarga yang bisa sekaligus mengenalkan Adskhan pada kegiatan alam bebas.

Jauh sebelum rencana pendakian gunung, saya dan Aliya ternyata pernah berinisiasi untuk camping di Rancaupas, Ciwidey, Bandung.

Akhirnya rencana camping di rancaupas inilah yang kami jalankan. Supaya camping ini tidak kami nikmati hanya bertiga saja, kami mengajak 2 keluarga lainnya.

Kami mengajak Salman, Istrinya, kakanya beserta ke 4 anak Salman dan 2 sepupunya. Kami juga mengajak Bang Bassam dan Rifa, beserta ke 4 anaknya. Jadi total anggota camping kita berjumlah 18 orang, Ramai kan ? kaya 1 RT…. hehehe

Kampung Cai Ranca Upas

Setelah menempuh 8 jam perjalanan dari Ciputat, rombongan kami tiba di pintu gerbang KAMPUNG CAI RANCAUPAS saat itu sudah gelap, sekitar pukul 9 malam.

Suasana di malam hari sangat menakutkan, tidak seperti Foto di atas, karena foto tersebut di ambil ketika siang hari, suasana malam saat kami datang betul-betul mencekam, sunyi, gelap gulita dan dikelilingi hutan yang lebat “hiiiiii syereeem” !!.

Awalnya saya sempat ragu melihat jalan masuk yang rusak dan ber-penerangan minim di tambah hutan kelam yang mengelilingi kami.

Namun setelah 200 meter kami masuk melewati jalanan gelap kami menemukan loket masuk. Taraaaaa, keraguan pun sirna hehehe

Loket Masuk Kampung Cai Ranca Upas
Loket Masuk Kampung Cai Ranca Upas

Di Pintu gerbang, petugas langsung menghitung jumlah kami seluruhnya. Kami pun membayar sesuai dengan Tarif Tiket Masuk yang sudah terpampang dengan jelas di Pos pintu masuk lokasi.

Di Pos masuk, saya bertanya mengenai lokasi terbaik untuk mendirikan tenda kepada penjaga, “Aa, lokasi camping yang paling bagus dimana A?”.

Aa sang penjaga loket sigap menjawab pertanyaan saya, ” Lurus aja sampe mentok, nanti ketemu lapangan parkir luas. Nanti di dekat sana udah bisa cari lokasi campingnya”.

Setelah mendapatkan informasi dari Aa penjaga loket kami langsung bergegas ke lokasi menyusuri jalanan Kampung Cai. Mencari lokasi camping sekaligus tempat parkir untuk kendaraan kami.

Lokasi yang di sebutkan Aa penjaga tadi ternyata tidak terlalu jauh dari Pos Masuk. Langsung saja saya dan Salman berkeliling sebentar untuk mencari lokasi mendirikan tenda.

Kami memilih lokasi tenda yang tidak terlalu jauh dari lokasi parkir kendaraan kami, mengingat begitu banyaknya anak-anak yang kami bawa, ya betul sebanyak itu hahahaha

Sebelum membangun tenda, kami terlebih dahulu membeli kayu bakar untuk membuat api unggun. Kayu bakar tersedia di warung yang ada di dekat tempat kami mendirikan tenda.

Warung di Rancaupas
Deretan warung para penjual kayu bakar, indomie dan kebutuhan para pengunjung

Harga yang kayu bakar yang di tawarkan tidak terlalu mahal, satu ikat besar kayu bakar hanya Rp. 15.000,-. Tapi sayang karena kayu yang kami beli ternyata basah maka malam hari pertama ini kami tidak dapat membuat api unggun.

Warung-warung ini, juga menyewakan peralatan camping. Menurutku peralatannya cukup lengkap variannya. Mulai dari Tenda, Sleeping Bag, Lampu Badai, Matras, Sarung Tangan dan sebagainya 😀

Termasuk saya, saya juga menyewa sleeping bag dari warung warung tersebut, tidak mahal, harga sewanya hanya Rp. 15.000,- per hari.

Menggigil Karena Kedinginan

Setelah dua tenda selesai berdiri, kami mentransfer masuk barang-barang bawaan dari dalam mobil ke dalam tenda. Ibu-ibu menyiapkan makan malam, nugget dan sosis yang kami beli dari swalayan di dekat pintu Tol Kopo.

Anak-anak tak bisa berhenti bermain, berlari-lari, kesenangan, padahal hari sudah malam dan sangat gelap. Kami membangun tenda sekitar kurang lebih 40 menit.

Agak lama karena tenda yang dibawa oleh Salman adalah tenda besar dan tentu saja Baru hehehe di tambah lagi minim penerangan.

Suhu udara pada malam hari berkisar pada 13 derajat celcius. Membuat kami cukup tidak dapat tidur dengan pulas.

Saya terbangun setiap 15 menit sekali karena kedinginan. Lantaran saya sudah lama tidak beraktifitas di dataran tinggi dengan suhu yang sangat dingin.

Tetapi berbeda pada anak-anak, semua anak-anak bisa tidur pulas termasuk anak Salman yang baru berusia 2 tahun. Entah mengapa, anak-anak lebih tahan terhadap suhu dingin di sini.

Bahkan, Adskhan malah kegerahan, bajunya basah karena keringatan. Kami yang dewasa menggigil karena kedinginan hehehe

Matahari Terbit dan Kabut Mistis

sunrise di Ranca Upas
Kabut dan Embun Pagi saat Sunrise dari lokasi Camping Kampung Cai Ranca Upas, Ciwidey
Sunrise Ranca Upas.
Hutan di sekitar lokasi Camping Kampung Cai Ranca Upas

Sungguh indah sekali suasana matahari terbit dari balik bukit pagi itu. Sinar hangatnya mengusap dinginnya kulit wajah ku.

Alhamdulillah pagi ini cuaca sangat cerah, oleh karena itu, hari ini saya berencana berkeliling menikmati keindahan Kampung Ranca Upas.

Selain tempat camping, ternyata Kampung Cai Ranca Upas memiliki beberapa arena rekreasi seperti Penangkaran Rusa, Kolam Renang Air Panas dan Arena Memanah.

Untuk bisa masuk ke penangkaran rusa kita diminta secara sukarela untuk membeli minimal satu ikat wortel seharga Rp. 10.000,- untuk  makanan rusa. Kita bebas berbaur dan berinteraksi dengan kurang lebih 15 ekor rusa-rusa jinak yang ada didalam kandang seluas +/- 5000 m2 ini.

saat kita masuk ke kandang, rusa-rusa jantan akan lebih dahulu menghampiri kita untuk mengantre mendapatkan jatah wortel yang sudah kita beli di loket masuk. penangkaran rusa ini juga diperbolehkan untuk digunakan sebagai lokasi prewedding. 

Selain penangkaran rusa, kolam renang air panas tidak kalah menariknya. kolam renang yang diisi dengan air panas alami dari sumber air panas ciwidey hahay

Kolam Air Panas

Spesies Bunga-Bunga Menawan

Sebagai penikmat fotografi Macro saya senantiasa “mengikutsertakan” lensa macro andalan saya kemanapun saya pergi, yakni Canon 100 mm L Macro. di sini saya mengabadikan beberapa spesies bunga-bunga cantik di belakang Masjid setelah Shalat Jumat selesai. Silahkan menikmatinya 😀

Fasilitas

Area wisata Kampung Cai Rancaupas memang terbilang sangat luas. Jika ingin membawa keluarga untuk camping di sini menurut saya itu sudah sangat tepat.

Agar Rekreasi keluarga semakin berkesan, Kampung Cai Rancaupas sudah dilengkapi beberapa Fasilitas Umum yang bisa dinikmati pengunjung secara gratis ataupun berbayar. Berikut ini adalah fasilitas – fasilitas yang dapat dinikmati oleh pengunjung:

  1. Kamar Mandi dan Toilet
  2. Masjid (Shalat Jumat juga dilaksanakan di sini)
  3. Area Parkir yang Luas
  4. Warung Kebutuhan Pokok
  5. Kolam Renang Air Panas
  6. Area Penangkaran Rusa
  7. Coffee Shop
  8. Lapangan Memanah (Archery)

Baiklah teman-teman, demikianlah kisah keluarga kami saat camping bersama di Kampung Cai Ranca Upas, Ciwidey.

Jika Anda juga pencinta aktifitas Outdoor dan sudah berkeluarga serta memiliki pasukan bocil yang senangnya lari-larian. Ranca upas adalah alternatif tempat camping yang pas untuk Anda.